Malang, Operasi sakauw Semeru yang dilakukan minggu pertama bulan maret 2011 ini merupakan langkah kongkret komitmen pihak Polres Malang kota untuk memberantas berbagai tindak kriminalitas yang berhubungan dengan NAPZA (Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adictif Berbahaya).
Penanganan masalah peredaran dan penyalahgunaan psikotropika yang dilakukan di kalangan masyarakat saat ini kian marak, terbukti degan ditangkapnya para pelaku kasus tersebut. Tidak kurang dari 16 kasus dapat terselesaikan di minggu pertama bulan ini. Dijelaskan oleh Abdul Hadi Kasubag HUMAS Polres Malng Kota bahwa penyalah gunaan obat-obatan berbahaya ini sudah menjadi ancaman yang harus segera diselesaikan. Pernyataan ini didukung dengan kesigapan personel Polisi yang menyukseskan Operasi Sakauw Semeru 2011.
Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang mulai merambah ke dunia pendidikan. Minggu malam lalu, seorang pelajar SMK PU di Jalan Sulfat, Kota Malang, tertangkap tangan petugas Reskoba Polres Malang, mengedarkan pil koplo LL. Tersangkanya Giri Abdi Suhendra, 19 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Sumberpasir, Pakis. Dia ditangkap petugas di pinggir Jalan Raya Bugis, Pakis. Dari tangannya, petugas mengamankan 32 butir pil koplo yang terbungkus kertas. “Ketika kami amankan, kondisi tersangka dalam keadaan fly usai menenggak pil koplo. Saat ini, kami masih memburu penyuplai pil koplo tersebut,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Abdul Hadi.
Operasi Sakau Semeru 2011 yang dijalankan anggota Reskoba Polres Malang Kota kembali menangkap dua orang yang diduga sebagai pengedar SS. Yakni Devy Tri Sari alias Lala, 24 tahun, warga Jalan Janti Barat Blok C Dalam, Sukun dan Agustiadi Wijaya, 25 tahun, Jalan Taman Borobudur Barat, Kota Malang. Dari keduanya petugas mengamankan barang bukti dua poket poket sabu-sabu, uang Rp 1.5 juta, seperangkat alat hisap, serta tas slempang warna hitam.

waaa..banyak yg ketahuan kah? tuntaskan narkoba yah...
BalasHapusIya, banyak yang tertangkap. Namun, kami telah berhasil menangkap para pelajar yang terlibat kasus psikotropika ini. Kami akan menindaklanjuti untuk hasil yang terbaik sehingga kasus ini tidak akan terulangi di lingkungan pelajar.Terima kasih atas tanggapannya.
BalasHapusnarkoba sdh merambah dunia pendidikan, bgmna usaha polisi nih?? #usut tuntas
BalasHapusSebelumnya terima kasih atas tanggapannya, kami dari pihak kepolisian akan mengadakan razia dan penyuluhan secara reguler ke sekolah-sekolah mengenai bahayanya psikotropika sehingga kasus-kasus seperti ini dapat terkurangi dan dicegah.
BalasHapus